Alamat

Jl. Raya Panglegur KM.4 Pamekasan

Telp./WA

+62 324 327248

Email

perpustakaan@iainmadura.ac.id

MENGULIK SISI LAIN DARI PUSTAKAWAN

  • Diposting Oleh Admin Web Perpustakaan
  • Senin, 8 Juli 2024
  • Dilihat 230 Kali
Bagikan ke

Hari pustakawan yang jatuh pada hari minggu tanggal 7 Juli 2024 kemarin adalah hari yang mungkin dapat dikatakan spesial untuk orang-orang yang berprofesi sebagai pustakawan. Kenapa menggunakan kata ‘mungkin’, karena memang fakta lapangan menunjukkan beragam ekspresi yang muncul pada para pelaku profesi ini. Banyak pula yang masih minder dengan profesinya sebagai pustakawan. Tak dapat dipungkiri memang profesi pustakawan ini masih dapat dikatakan profesi yang kurang diminati, meski zaman telah berganti. Bahkan masih banyak pustakawan yang dipandang sebelah mata oleh sebagian orang. Bagi mereka pustakawan memang tak sepopuler profesi lain yang banyak diminati seperti Dokter, ASN, Polisi, Tentara, atau Youtuber dan Influencer yang kini banyak diminati generasi Z.

Padahal setiap pekerjaan pastilah membutuhkan pelaku pengelola yang tak hanya mumpuni namun juga sesuai kualifikasi. Hal tersebut penting karena seperti yang kita lihat belum lama ini terjadi peretasan Pusat Data Nasional yang sempat menghebohkan seantero negeri ini. Tak perlu membahas hal tersebut pada tulisan ini, namun dari kejadian tersebut tentu dapat kita ambil hikmah bahwa kualifikasi dan kemampuan yang tepat sangat amat diperlukan dalam sebuah profesi.

Masih banyak pula stereotip negatif perihal orang-orang yang ada di perpustakaan karna anggapan perpustakaan adalah tempat buangan, hukuman, mutasi, terlebih fenomena ini banyak terjadi di perpustakaan-perpustakaan sekolah. Karena banyak dari pustakawan dalam melakukan pekerjaannya sangat seadanya, bermain di zona aman dan nyaman, tidak ada inisiatif atau usaha lebih untuk daya tarik perpustakaannya, sehingga nampak hanya menjaga buku dan berkutat pada layanan sirkulasi saja. Meski tidak semua pustakawan seperti demikian. Tidak heran jika hal tersebut sering terjadi karena banyak pula pihak Lembaga induk dari perpustakaan-perpustakaan tersebut yang kurang dalam hal dukungan kepada pihak perpustakaan. Anggaran perpustakaan pun banyak yang tidak tersalurkan untuk perpustakaan. Walau sekarang pemerintah telah mengapresiasi profesi pustakawan dengan  mengeluarkan aturan dan kebijakan dalam berbagai peraturan, namun masih banyak yang belum merealisasikan.

Pada akhirnya sinergitas dari semua pihak sangat dibutuhkan, pustakawannya, masyarakatnya, dan pemerintahnya harus bahu membahu agar pola piker yang baru mampu melihat perpustakaan dan pustakawan ini menjadi entitas yang memang dibutuhkan di masyarakat. Semoga diperingatan hari pustakawan 2024 ini semakin menumbuhkan semangat para pustakawan dalam baktinya ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa.NBE