INOVASI LAYANAN PERPUSTAKAAN IAIN MADURA PADA MASA NEW NORMAL
- Diposting Oleh Admin Web Perpustakaan
- Selasa, 16 Juni 2020
- Dilihat 88 Kali
Pamekasan 8 Juni 2020, UPT Perpustakaan IAIN Madura selalu berusaha memberikan layanan yang maksimal walaupun dalam masa pandemi Covid 19. Menyambut New Normal, Perpustakaan IAIN Madura berusaha menjalankan dan melayani sesuai dengan protokol kesehatan. “Kami Perpustakaan IAIN Madura berkomitmen memberikan layanan yang maksimal dan tetap menjalankan praktik-praktik kebersihan dan kesehatan baik untuk pegawai dan pemustaka," ungkap Bapak Hairul Agust Cahyono, S.IPI., M.Hum selaku kepala Perpustakaan IAIN Madura. Beliau juga menambahkan Perpustakaan IAIN Madura selalu berinovasi dalam memberikan pelayanan terhadap pemustaka. Hal tersebut semata-mata demi menjaga petugas dan pemustaka dari penularan Covid 19 dan tetap memberikan pelayanan yang maksimal.
Inovasi layanan Perpustakaan IAIN Madura terangkum pada Skenario Layanan Perpustakaan dalam Masa New Normal. Skenario tersebut berlaku mulai tanggal 8 Juni hingga 31 Agustus 2020 dengan membatasi pemustaka sebanyak 50 orang per hari. Adapun jam layanan perpustakaan dibuka pada hari Senin hingga Jumat. Pada hari Senin jam layanan dimulai pukul 08.00 hingga pukul 12.00. Sedangkan hari Jumat mulai pukul 08.00 hingga pukul 10.30. “Kami tetap membuka dan memaksimalkan layanan tanpa mengabaikan penularan Covid 19 di Perpustakaan IAIN Madura” ungkap Ibu Naili R. Iftitah, M.Pd.I. selaku Bagian Pengembangan Perpustakaan IAIN Madura.
Layanan Perpustakaan IAIN Madura juga mewajibkan untuk menaati protokol kesehatan demi mencegah penularan Covid 19. Protokol kesehatan yang pertama adalah pemustaka menggunakan masker dan membawa alat tulis sendiri. Protokol kesehatan yang kedua adalah pemustaka mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan hand sanitizer. Perpustakaan IAIN Madura menyediakan fasilitas cuci tangan dengan memakai sabun dan juga hand sanitizer. Fasilitas tersebut bisa digunakan oleh pemustaka dan pegawai Perpustakaan IAIN Madura. Protokol kesehatan yang ketiga adalah pemustaka dicek suhu tubuhnya oleh petugas. Petugas selalu mengecek suhu tubuh dengan alat detektor suhu, untuk memastikan suhu tubuh pemustaka tidak melebihi 37,5 ?C. “Dengan menaati protokol kesehatan tersebut, kami berharap pegawai dan pemustaka tetap terjaga dari penularan Covid 19” ungkap Bapak Agus Cahyadi selaku staf Perpustakaan IAIN Madura. Selain itu akses pintu masukpun dibatasi hanya dengan pintu masuk utama Perpustakaan IAIN Madura.
Inovasi berikutnya yang dilakukan Perpustakaan IAIN Madura untuk mencegah kerumunan pemustaka. Inovasi tersebut adalah dengan membatasi pemustaka. Hal tersebut dilakukan dengan sistem pendaftaran antrian pemustaka secara daring (online). Pemustaka harus mendaftar secara daring di laman perpustakaan IAIN Madura. Pemustaka bisa menentukan hari dan jenis layanan. “Dengan sistem antrian layanan daring, maka tidak akan terjadi antrian dan kerumunan massa, sehingga layanan perpustakaan menjadi lebih efektif dan efisien.” ungkap Pak Abd. Wahid Ghafur, S.Kom selaku Tim IT Perpustakaan IAIN Madura.
Inovasi lainnya yang menjadi rencana dalam layanan Perpustakaan IAIN Madura adalah pengembangan Repository. Pemustaka yang ingin menyerahkan file tugas akhir tidak perlu lagi datang ke Perpustakaan, tetapi cukup dengan mengkases Repository IAIN Madura. Pemustaka cukup mengunggah file tugas akhir tanpa perlu datang ke Perpustakaan. Dengan demikian tidak akan terjadi kerumunan massa dan mempermudah pemustaka. Namun, dalam waktu dekat layanan ini masih belum bisa diterapkan karena masih memerlukan sosialisasi kepada mahasiswa yang akan menyetorkan tugas akhir. Maka dari itu, mahasiswa masih menyetorkan secara manual baik hardcopy maupun softcopy tugas akhir kepada petugas perpustakaan. “Repository IAIN Madura sangat membantu dan mempermudah pemustaka untuk mengakses dan mengunggah tugas akhir, namun layanan ini masih memerlukan sosialisasi lebih lanjut” kata Pak Badruddin Amin, M.Kom sebagai pengembang Repository IAIN Madura.
Selain itu, inovasi layanan perpustakaan IAIN Madura yaitu layanan E-Library yang berbasis android. Layanan E-Library ini memberikan layanan bagi pemustaka yang mebaca koleksi secara daring berbasis android. Dengan adanya layanan ini, pemustakaa IAIN Madura tidak perlu datang ke Perpustakaan untuk membaca koleksi. Adapun caranya sangat mudah, yakni pemustaka hanya unduh E-Library IAIN Madura di Play Store, install, dan mendaftar sesuai dengan petunjuk. “Layanan E-Library IAIN Madura ini sangat cocok mengingat maraknya penggunaan ponsel pintar (smartphone) berbasis android dan sangat cocok untuk masa pandemi Covid 19” ungkap Bapak Qori’ Wahyudi, S.Ipust. selaku staf perpustakaan yang memegang layanan E-Library IAIN Madura.
Bukan hanya itu saja, untuk mengecek daftar ketersediaan koleksi bisa dilakukan secara daring. Pemustaka tidak perlu datang ke perpustakaan untuk melihat daftar koleksi di Perpustakaan IAIN Madura. Hal tersebut bisa dilakukan dengan mengakses laman http://opacperpus.iainmadura.ac.id/. “Layanan ini sangat memanjakan pemustaka dalam mencari koleksi di perpustakaan” ungkap Ibu Lulu Rif Atin, S.IIP. selaku staf Perpustakaan.
Dengan adanya skenario layanan “new normal” Perpustakaan IAIN Madura diharapkan memberikan pelayanan dengan maksimal dan tetap menjaga pemustaka serta pegawai dari penularan covid 19. Mari kita melawan Covid 19 dengan menaati protokol kesehatan, memakai masker, cuci tangan dengan sabun, dan menghindari kerumunan. Semoga wabah ini segera musnah dari muka bumi. (HAC)