Bedah Manuskrip "Ma'rifatun Nikah": Kajian Mendalam Pada Peringatan Hari Santri 2024 Perpustakaan IAIN Madura
- Diposting Oleh Admin Web Perpustakaan
- Selasa, 22 Oktober 2024
- Dilihat 152 Kali
Pamekasan – Perpustakaan IAIN Madura memberikan sesuatu yang unik dalam agenda kegiatan pada peringatan hari santri di tahun 2024. Perpustakaan IAIN Madura menyelenggarakan acara bedah manuskrip Ma'rifatun Nikah : psikologis, filosofis, teologis dan mistis pada tanggal 22 Oktober 2024. Acara tersebut dimulai pada pukul 08:30 bertempat di Lt. 4 aula Perpustakaan IAIN Madura dengan menghadirkan dua narasumber yang memiliki wawasan mendalam di bidangnya.
Dua narasumber yang hadir dalam acara ini adalah Habibullah Bahwi, S.Fil.I. Beliau adalah pengasuh Padepokan Raden Umro PP. Sumber Anyar Pamekasan dan Abdullah Haq Syawqi, M.HI. Beliau adalah seorang dosen Fakultas Syariah IAIN Madura sekaligus editor jurnal Al-Ihkam Scopus. Keduanya akan membahas berbagai aspek dari manuskrip "Ma'rifatun Nikah".
Ketua panitia peringatan hari santri Ibu Fatimah Aria Utami mewakili Kepala Perpustakaan menyatakan permohonan maaf karena Kepala Perpustakaan IAIN Madura Bapak Mustajab tidak dapat membersamai pada acara ini dikarenakan ada kepentingan di Jakarta. Namun beliau menyampaikan pesan dalam acara ini bahwa acara ini penting untuk dilaksanakan sebagai bagian dari upaya melestarikan dan mendalami kekayaan intelektual Islam yang tersimpan dalam manuskrip kuno. "Perpustakaan IAIN Madura tidak hanya menjadi tempat menyimpan literatur tetapi juga menjadi ruang diskusi ilmiah yang mampu menjembatani tradisi dan perkembangan ilmu pengetahuan kontemporer. Bedah manuskrip ini adalah salah satu wujud nyata peran perpustakaan dalam menjaga dan menghidupkan khazanah keilmuan lokal".
Acara ini dipandu oleh moderator Affan, S.Pd.I.,MM. Beliau merupakan salah satu staf Perpustakaan IAIN Madura yang telah banyak berkontribusi dalam dunia literasi. Bapak Affan menekankan pentingnya manuskrip seperti "Ma'rifatun Nikah" sebagai jendela untuk memahami konsep-konsep pernikahan dari perspektif yang lebih mendalam dan komprehensif. "Manuskrip ini mengandung pandangan-pandangan yang tidak hanya relevan di masa lalu tetapi juga memberikan wawasan berharga bagi masyarakat modern yang menghadapi kompleksitas pernikahan saat ini".
Diskusi berlangsung dengan hangat dan interaktif di mana para peserta yang terdiri dari mahasiswa, dosen, dan Keluarga Besar Perpustakaan IAIN Madura turut memberikan pandangan dan pertanyaan terkait topik yang dibahas. Narasumber secara bergantian memaparkan berbagai sisi manuskrip "Ma'rifatun Nikah" seperti aspek psikologis, filosofis, teologis hingga mistis yang mengaitkan pernikahan dengan perjalanan spiritual.
Perpustakaan IAIN Madura kembali menegaskan komitmennya untuk menjadi pusat kajian literasi dan budaya. Sekaligus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut serta menjaga warisan intelektual Madura. AH