Alamat

Jl. Raya Panglegur KM.4 Pamekasan

Telp./WA

+62 324 327248

Email

perpustakaan@iainmadura.ac.id

PBAK 2025: Perpustakaan UIN Madura Tanamkan Budaya Literasi

  • Diposting Oleh Admin Web Perpustakaan
  • Selasa, 26 Agustus 2025
  • Dilihat 35 Kali
Bagikan ke

Pamekasan - Sebagai jantung akademik perguruan tinggi, perpustakaan memiliki peran vital dalam menunjang Tri Dharma Perguruan Tinggi meliputi pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. User Education dalam PBAK 2025 menjadi ruang strategis bagi perpustakaan untuk memperkenalkan layanan, fasilitas, peraturan dan akses koleksi yang tersedia. Sekaligus menanamkan kesadaran literasi sejak awal mahasiswa memasuki dunia kampus. Kepala Perpustakaan UIN Madura Bapak Dr. Mustajab, S.Ag., S.IPI., M.Pd. menegaskan bahwa partisipasi perpustakaan dalam PBAK bukan hanya formalitas tahunan, melainkan bagian dari strategi besar untuk membangun generasi akademisi yang literat, kritis dan berakhlak Islami.

Keluarga besar Perpustakaan Universitas Islam Negeri (UIN) Madura kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung terciptanya budaya akademik yang unggul, religius dan kolaboratif. Hal ini ditandai dengan keterlibatan penuh jajaran pustakawan dan pengelola Perpustakaan UIN Madura sebagai pemateri dalam kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN Madura Tahun Ajaran 2025–2026 pada hari senin (25/08/2025). Kegiatan ini berlangsung di Auditorium kampus UIN Madura dengan ribuan mahasiswa baru dari berbagai program studi “Perpustakaan UIN Madura bukan sekadar tempat menyimpan buku, melainkan ruang kolaborasi, rekreasi intelektual dan pusat pengembangan budaya akademik. Melalui PBAK ini, kami ingin memastikan mahasiswa baru mengenal perpustakaan sejak hari pertama dengan memahami layanan yang ada dan menjadikannya rumah kedua dalam perjalanan akademik mereka” tutur Bapak Mustajab.

Bapak Hairul Agust Cahyono salah satu pustakawan dan juga Ketua APPTIS Jawa Timur menuturkan bahwa mahasiswa UIN Madura harus siap berkompetisi di era global dengan menguasai keterampilan literasi digital. “Kami menyediakan berbagai kanal digital untuk mendukung penelitian dan penulisan karya ilmiah mahasiswa mulai dari skripsi, artikel dan jurnal. Harapannya adalah mahasiswa terbiasa menggunakan sumber valid bukan sekadar mengandalkan informasi dari media sosial yang belum tentu benar” tuturnya.

Antusiasme mahasiswa baru semakin terlihat saat dibukanya sesi tanya jawab. Beberapa peserta menyampaikan pertanyaan yang cukup menarik dan reflektif terkait peran perpustakaan dalam mendukung budaya literasi. Pertanyaan pertama menanyakan “Apakah perpustakaan memiliki program khusus untuk meningkatkan literasi mahasiswa?” Pertanyaan ini dijawab oleh pustakawan dengan penjelasan bahwa perpustakaan UIN Madura secara rutin menyelenggarakan program literasi informasi, pelatihan penelusuran referensi hingga workshop anti plagiasi. Kegiatan kolaboratif seperti bedah buku, diskusi ilmiah dan pameran naskah kuno juga menjadi agenda rutin yang diarahkan untuk menumbuhkan minat baca sekaligus memperkaya wawasan akademik mahasiswa.

“Apa kegiatan yang bisa membuat mahasiswa sering membaca dan merasa senang berada di perpustakaan?” Menanggapi hal ini, pemateri menjelaskan bahwa perpustakaan UIN Madura terus berinovasi dengan menciptakan ruang baca yang nyaman, menghadirkan koleksi populer di samping koleksi akademik serta mengadakan program yang memacu mahasiswa untuk membaca secara konsisten dengan penghargaan khusus bagi pembaca aktif. Sementara itu, pertanyaan ketiga “Lebih baik mana, suka membaca atau suka menulis?” Pertanyaan ini memancing perhatian banyak peserta karena menyentuh aspek fundamental dalam dunia akademik. Kepala Perpustakaan Bapak Dr. Mustajab memberikan jawaban penutup yang menegaskan pentingnya keseimbangan antara membaca dan menulis. “Dua-duanya penting, karena menulis tanpa membaca akan tersesat. Sementara membaca tanpa menulis akan membuat ilmu kita mengendap begitu saja. Maka mahasiswa harus membiasakan keduanya, membaca untuk memperluas wawasan dan menulis untuk mengabadikan pemikiran” tegasnya yang disambut tepuk tangan meriah para peserta.

Antusiasme mahasiswa baru dalam mengikuti materi terlihat dari interaksi aktif selama sesi berlangsung. Keterlibatan PBAK menjadi momentum memperkuat citra sebagai mitra strategis mahasiswa. Dengan memberikan orientasi sejak dini, perpustakaan berharap mahasiswa tidak merasa asing dan dapat langsung memanfaatkan fasilitas dalam mendukung kegiatan belajar maupun penelitian.“Dengan mengetahui layanan perpustakaan sejak awal. Mahasiswa akan lebih cepat beradaptasi dan memiliki bekal kuat untuk menempuh perkuliahan. Kami ingin perpustakaan menjadi sahabat mahasiswa. Tempat yang menyenangkan untuk belajar, berdiskusi bahkan beristirahat sejenak dari rutinitas akademik” tutur Imam Ghozali dalam wawancaranya.AH