Alamat

Jl. Raya Panglegur KM.4 Pamekasan

Telp./WA

+62 324 327248

Email

perpustakaan@iainmadura.ac.id

Ujian Tertutup Doktoral Lancar : Bapak Mustajab Selangkah Lebih Dekat Mendapat Gelar Doktor

  • Diposting Oleh Admin Web Perpustakaan
  • Jumat, 29 November 2024
  • Dilihat 155 Kali
Bagikan ke

Pamekasan – Kabar membanggakan dibagikan oleh Kepala Perpustakaan IAIN Madura yaitu Bapak Mustajab, S.Ag., S.IPI., M.Pd. Beliau telah menjalani ujian tertutup Disertasi Program Doktor di bidang sosiologi pada hari kamis 28 November 2024 dengan lancar. "Tarétan Dhibi’ Sebagai Konstruksi Ashabiyah Orang Madura: Studi Etnografi Solidaritas Sosial Orang Madura di Kotalama Malang" adalah judul Disertasi Bapak Mustajab.

Penelitian ini dipromotori oleh para akademisi yang sangat ahli, yaitu Bapak Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si., Bapak Prof. Dr. Muslimin Machmud, M.Si., dan Co-Promotor Prof. Dr. Zainudin Syarif, M.Ag. Dalam wawancara setelah ujian selesai, Bapak Mustajab menyampaikan “Dengan pendekatan etnografi, penelitian ini menggali konstruksi ashabiyah (solidaritas sosial) di kalangan orang Madura, dengan penekanan khusus pada konsep tarétan dhibi’. Berfokus pada orang Madura di Kotalama Malang sebagai salah satu tempat tujuan merantau Orang Madura”. Seluruh Keluarga Besar Perpustakaan IAIN Madura memberikan apresiasi sebesar – besarnya kepada Bapak Mustajab. "Alhamdulillah saya barusan telah melaksanakan sidang tertutup doktoral S3 dan prosesnya berjalan lancar" Tambah Bapak Mustajab sebagai rasa syukur beliau.

Melalui paradigma sosiologi-interpretif, penelitian dari Bapak Mustajab berhasil mengidentifikasi bahwa konsep Tarétan Dhibi’ berperan besar dalam membentuk ikatan persaudaraan yang kokoh di antara Masyarakat Madura. Penelitian ini menunjukkan bagaimana Identitas budaya, praktik keagamaan, dan perayaan budaya menjadi bagian integral dari konsep ini. Konsep tarétan dhibi’ di Kotalama Malang menjadi penguat rasa senasib dan seperjuangan sesama Orang Madura yang berada di Kotalama Malang.

Paguyuban MADAS (Madura Asli) oleh orang Madura di Kotalama adalah bukti kuat dan bukti nyata solidaritas/ashabiyah orang Madura. Mereka tetap sangat toleran dan kooperatif terhadap masyarakat setempat dan sangat menghargai keberlangsungan kebudayaan, tradisi, adat istiadat setempat. Tidak hanya itu, penelitian dari Bapak Mustajab ini menunjukkan bahwa Orang Madura di Kotalama Malang telah membuktikan kapasitas mereka sebagai pemimpin. Dengan adanya tokoh Madura yang dipercaya menjadi lurah di wilayah tersebut.

“Konsep Tarétan Dhibi’ merupakan wujud nyata dari rasa senasib dan seperjuangan yang mempersatukan orang Madura, bahkan di tengah keberagaman budaya di tanah rantau” tutur Bapak Mustajab. Dalam abstrak Disertasinya, orang Madura mudah untuk bersosialisasi dan berinteraksi dengan masyarakat setempat, hal ini terbukti orang Madura yang berada di Kotalama bisa diterima dengan baik.

“Ashabiyah Orang Madura itu sangat kuat sekali, hal itu terbukti dengan semakin berkemajuan maka solidaritas atau ashabiyahnya semakin kuat. Yang kuat menolong yang lemah, yang pintar memberdayakan kelompok dan yang kaya menolong yang kurang mampu dan saya yakin itu terjadi di perantaun manapun, terutama di kotalama Malang.  Di kotalama Malang meskipun sudah kaya tidak meninggalkan yang kurang mampu dan malah saling membantu”. Tutur Istri Bapak Mustajab.

Hasil penelitian Bapak Mustajab memberikan kontribusi penting bagi kajian etnografi dan studi sosial-budaya. Konsep Tarétan Dhibi’ yang terungkap tidak hanya relevan dalam konteks budaya Madura, tetapi juga menjadi model solidaritas yang menginspirasi Masyarakat Indonesia lainnya dalam menjaga kohesi sosial di tengah perbedaan.

Dukungan dari seluruh civitas akademika IAIN Madura memberikan apresiasi atas pencapaian ini. Bapak Mustajab sendiri turut menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada keluarga, promotor, kolega, serta komunitas Madura di Kotalama Malang yang telah menjadi bagian penting dari penelitiannya.

Dengan keberhasilan menyelesaikan ujian tertutup Disertasi Program Doktor di bidang sosiologi ini. Bapak Mustajab selangkah lebih dekat menuju gelar Doktor. Beliau direncanakan akan melakukan ujian terbuka di waktu yang telah ditentukan sekaligus menyiapkan diri untuk kelancaran ujiannya. Besar harapan dari Keluarga Besar Perpustakaan IAIN Madura, Bapak Mustajab dapat menyelesaikan Disertasi Program Doktor di Bidang Sosiologi dengan lancar.AH