Bersama KPU dan DEMA IAIN Madura : Membangun Wawasan Mahasiswa tentang Pemilu
- Diposting Oleh Admin Web Perpustakaan
- Jumat, 25 Oktober 2024
- Dilihat 294 Kali
Pemilu merupakan pilar utama dalam demokrasi yang melibatkan hak dan kewajiban setiap warga Negara. Termasuk mahasiswa sebagai bagian dari generasi muda dan agen perubahan. Pemilu tidak hanya menjadi ajang memilih pemimpin tetapi juga sarana untuk menyuarakan aspirasi dan harapan demi terciptanya kebijakan yang pro-rakyat. Melalui pemilu, mahasiswa memiliki kesempatan untuk turut menentukan arah bangsa, termasuk di bidang pendidikan, ekonomi, sosial, hingga lingkungan.
Pada hari ini Aula Perpustakaan IAIN Madura menjadi tempat pelaksanaan Dialog Interaktif KPU Goes to Campus yang diselenggarakan oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) IAIN Madura. Tema dalam Dialog Interaktif ini berjudul “Bersama Dewan Eksekutif Mahasiswa IAIN Madura pada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur serta pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan tahun 2024”.
Dialog ini menghadirkan A. Tajul Arifin, S.H.I., M.H.I. sebagai narasumber. Bapak Arifin merupakan alumni IAIN Madura yang kini menjabat sebagai Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pamekasan. Dialog Interaktif ini dihadiri oleh 100 mahasiswa IAIN Madura dengan harapan dapat menumbuhkan semangat demokrasi di kalangan mahasiswa IAIN Madura dan menginspirasi mereka untuk berkontribusi aktif dalam proses pemilu.
Presiden Mahasiswa (Presma) IAIN Madura Syamsul Arifin mengajak mahasiswa untuk turut andil berpartisipasi dalam pemilu untuk menggunakan hak suara mereka. "Sebagai agen perubahan dan generasi penerus bangsa, mahasiswa memegang peran penting dalam menentukan masa depan bangsa. Hak suara mahasiswa dalam pemilu bukan hanya sekadar memilih calon pemimpin tetapi juga wujud nyata partisipasi dalam proses demokrasi."
Perwakilan Bidang Advokasi Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) IAIN Madura Zainal Abidin dalam wawancaranya menyampaikan "penting bagi mahasiswa untuk menggunakan hak suara mereka dengan cerdas, mempertimbangkan track record, visi dan misi calon pemimpin serta bagaimana mereka akan berkontribusi pada kemajuan bangsa. Dengan berpartisipasi dalam pemilu, para mahasiswa menunjukkan bahwa mereka adalah generasi yang peduli pada arah pembangunan bangsa sekaligus menjaga demokrasi tetap hidup dan berfungsi." tuturnya. AH