Mengulik Peringatan Hari Kunjung Perpustakaan; Terpaksa, Terbiasa, dan Jatuh Cinta
- Diposting Oleh Admin Web Perpustakaan
- Selasa, 19 September 2023
- Dilihat 163 Kali
Sepertinya masih lekat di ingatan kita peringatan hari kunjung perpustakaan yang jatuh pada tanggal 14 September 2023 pekan lalu. Bagaimana tidak, banyak perpustakaan mulai dari perpustakaan nasional, perpustakaan perguruan tinggi, perpustakaan sekolah dan perpustakaan-perpustakaan lainnya yang memeriahahkan peringatan ini dengan berbagai kegiatan positif, imajinatif dan tentunya inspiratif. Perlu diketahui juga selain peringatan hari kunjung perpustakaan, bulan September ini juga diingat sebagai bulan gemar membaca loh, Jadi bulan ini seperti hari raya para pegiat literasi nampaknya ya.
Peringatan hari kunjung perpustakaan tahun ini adalah yang ke-28, dimulai pada tahun 1995 yang dicetuskan oleh kepala perpustakaan nasional kala itu yaitu Ibu Mastini Hardjoprakoso. Berbeda dengan peringatan hari kunjung pada masa lampau yang mungkin tidak seramai peringatan di era ini, jelas hal tersebut karena berkembangnya teknologi yang juga berpengaruh pada perilaku pemustaka.
Tak hanya sebagai ajang peringatan saja, hari kunjung juga bertujuan untuk menyebar luaskan semangat literasi dan minat baca pada masyarakat. Masyarakat yang literat adalah modal utama yang mendukung kemajuan suatu bangsa. Literasi atau yang sederhananya bisa disebut sebagai melek ini adalah hal yang akan mengantarkan individu untuk lebih menambah kaulitas dirinya sebagai modal menghadapi gempuran perkembangan zaman. Seperti yang kita tahu zaman sekarang bukan hanya manusia saingan dalam berbagai hal tapi bertambah dengan teknologi AI yang juga menjadi saingan yang massif dikembangkan sampai saat ini.
Hari kunjung yang mengusung semangat meningkatkan literasi dan minat bacapun sangat ditunggu-tunggu oleh pegiat literasi, selain tujuan utama literasi juga sebagai ajang promosi perpustakaan. Mulai dari mengadakan kegiatan berupa bazar buku, lomba-lomba, sampai kegiatan peningkatan kemampuan diri seperti webinar, seminar, pelatihan, dan lain sebagainya. Karena tidak hanya menyimpan informasi tapi perpustakaan juga sebagai sarana mencari informasi dan hiburan untuk diri.
Harapan yang ingin dicapai dari adanya kegiatan hari kunjung tersebut adalah peningkatan kesadaran literasi dan minat baca, tidak hanya berkunjung pada momen hari kunjung saja tapi setiap saat membiasakan diri untuk lebih dekat dengan perpustakaan sebagai sarana informasi anti hoax dan anti informasi yang tak terfalidasi. Berawal dari keterpaksaan namun yakinlah hal positif memang terkadang sulit atau berat dilakukan, namun datanglah, ungkap rahasianya dan temukan cinta di dalamnya. Salam Literasi. (NBE)