PERSIAPAN MENUJU AKREDITASI PERPUSTAKAAN IAIN MADURA STUDI BANDING KE UIN MALANG
- Diposting Oleh Admin Web Perpustakaan
- Rabu, 31 Juli 2019
- Dilihat 111 Kali
Perpustakaan IAIN Madura melaksanakan Studi Banding ke UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Kegiatan tersebut sebagai salah satu persiapan menghadapi akreditasi perpustakaan. Sebagai informasi Perpustakaan IAIN Madura akan melaksanakan akreditasi tahun 2020. Ada banyak kegiatan untuk memaksimalkan akreditasi. “Kami berupaya keras untuk mempersiapkan Akreditasi Perpustakaan, sehingga mencapai nilai akreditasi maksimal.” Ungkap Hairul Agus Cahyono, S.IPI., M.Hum. selaku Kepala Perpustkaan IAIN Madura.
Beberapa waktu sebelumnya, Kepala dan Staf Perpustakaan IAIN Madura sudah merencanakan Studi Banding ke UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Ada beberapa pertimbangan mengapa memilih UIN Malang. Salah satunya adalah perpustakaan Maulana Malik Ibrahim Malang yang pertama kali melaksanakan akreditasi dan sudah terakreditasi A. “UIN Maulana Malik Ibrahim Malang baru pertama kali melaksanakan akreditasi dan langsung mendapat akreditasi A, itu salah satu pertimbangannya.” jelas Qori’ Wahyudi, S.I.Pust selaku Ketua Tim Pelaksana Akreditasi Perpustakaan.
Studi Banding ke UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dilaksanakan selama 2 hari pada Selasa-Rabu (16-17 Juli 2019). Kegiatan tersebut diikuti oleh Ketua Tim Pelaksana Akreditasi Perpustakaan dan sekretaris yaitu Danang Prasetyo, M.Pd. Ada banyak kegiatan yang dilakukan meliputi: hari pertama, bedah borang yakni menganalisis setiap komponen di dalam borang akreditasi. Serta observasi setiap penataan ruang baca, koleksi, dan administrasi sebagai bahan rujukan di perpustakaan IAIN Madura. Hari kedua, mempresentasikan dan menganalisis pencapaian dalam borang akreditasi. Hal ini bertujuan mengetahui kelebihan dan kelemahan perpusatakaan IAIN Madura.
Ada hal yang menarik yang dapat kita peroleh dari hasil studi banding ini, yaitu saat masuk di perpustakaan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tidak seperti masuk ke perpustakaan, melainkan seperti masuk kafe atau ruang santai, selain itu desain ruangan di setiap lantai berbeda sesuai dengan pelayanan, juga terdapat ruang khusus untuk peneliti baik dosen ataupun mahasiswa. Bahkan, desain interior dan perabot ruangan didesain khusus demi kenyamanan pemustaka.
Harapan dari kunjungan ini perpustakaan IAIN Madura bisa mengembangkan pelayanan, fasilitas sesuai dengan standar Perpustakaan Nasional (Perpusnas). Nantinya perpustakaan IAIN Madura memiliki kualitas pelayanan, ruang koleksi, ruang baca, serta fasilitas lainnya yang lebih baik, sehingga perpustakaan IAIN Madura dapat menjadi rujukan perguruan tinggi se Madura. (HAC)